Apakah memo FBI yang baru dirilis mengkonfirmasi adanya pesawat alien yang jatuh di Roswell tahun 1947?

Minggu ini, banyak media di seluruh dunia memberitakan mengenai dokumen-dokumen rahasia FBI yang mulai dirilis secara online. Satu yang menarik perhatian adalah adanya sebuah memo yang sepertinya mengkonfirmasi fakta jatuhnya pesawat alien di Roswell, New Mexico, pada tahun 1947, yang selama ini hanya dianggap sebagai bagian dari teori konspirasi. Jika memang ada konspirasi untuk menutup-nutupi peristiwa Roswell, lalu mengapa pula FBI merilis dokumen-dokumen tersebut? Bukankah seharusnya mereka merilis dokumen yang bersifat penyangkalan?


Apakah rilis memo ini bisa dianggap sebagai disclosure (pengungkapan)?

Apakah pemerintah Amerika akhirnya mengakui adanya pesawat dan mayat alien yang disita dan disimpan oleh militer?

Bagi yang belum tahu, insiden Roswell adalah salah satu teori konspirasi paling berpengaruh di dunia. Para penganut teori ini percaya kalau pada tanggal 8 Juli 1947, pesawat alien beserta penumpangnya jatuh di Roswell, New Mexico, dan sisa-sisa pecahan pesawat beserta mayat alien tersebut disita oleh militer dan disimpan hingga saat ini. Pemerintah Amerika sendiri menyangkal dan menyatakan kalau sisa-sisa pecahan yang ditemukan sesungguhnya adalah sebuah balon udara yang berasal dari Project Mogul.

Karena "konspirasi" ini sudah berusia lebih dari 50 tahun, tentu banyak orang akan berharap kalau pemerintah Amerika akan mengakui keberadaan alien tersebut lewat sebuah cara yang dramatis. Mungkin dengan sebuah konferensi pers yang heboh dengan presiden Obama yang memulai pidatonya dengan kalimat: "Yes, we lied".

Namun harapan tinggal harapan. FBI merilis secara online sebuah memo yang dipercaya sebagian orang mengkonfirmasi jatuhnya pesawat alien di Roswell.

Hanya lewat rilis sebuah memo!

Tidak dramatis sama sekali.

FBI merilis dokumen-dokumen tersebut ke dalam situs mereka http://vault.fbi.gov. Kalian bisa membaca secara online atau mendownload dokumen-dokumen tersebut.

Salah satu dokumen yang menghebohkan media adalah sebuah memo yang bertanggal 22 Maret 1950. Ini berarti memo ini dibuat sekitar 3 tahun dari tanggal terjadinya insiden Roswell.

Memo tersebut berasal dari seorang agen FBI bernama Guy Hottel dan ditujukan langsung kepada direktur FBI, yang pada waktu itu dijabat oleh J Edgar Hoover.

(link dokumen di situs FBI)

Isi dokumennya adalah seperti ini:

"Seorang penyelidik angkatan udara menyatakan kalau tiga objek yang disebut piring terbang telah disita dari New Mexico. Objek tersebut dideskripsikan berbentuk bulat dengan bagian tengah yang menonjol dengan diameter sekitar 50 kaki (15 meter). Setiap objek ini berisi tiga tubuh berbentuk manusia dengan tinggi hanya 3 kaki (90 centimeter), berpakaian metalik dengan tekstur yang bagus. Setiap tubuh dibalut dengan cara yang sama seperti pakaian yang dipakai oleh penerbang atau pilot uji coba."

Memo itu juga menyebutkan bahwa sang informan yang memberikan informasi itu mengklaim kalau piring terbang itu bisa ditemukan karena pemerintah memiliki sebuah radar berkekuatan tinggi yang dipasang di daerah tersebut sehingga mengganggu mekanisme kontrol piring terbang tersebut, dan evaluasi lebih lanjut akan dilakukan berkenaan dengan penemuan ini. Namun dokumen evaluasi itu belum dirilis oleh FBI.

Nah, bagaimana menurut kalian?

Apakah memo ini dapat dianggap sebagai bukti adanya pesawat alien yang jatuh di Roswell, New Mexico?

Apakah pemerintah Amerika telah memutuskan untuk mengungkapkan kebenaran Roswell dengan cara yang tidak dramatis seperti ini?

Mungkin tidak.

Menurut saya, kita harus lebih berhati-hati menanggapi memo ini sebelum menyimpulkan kaitannya dengan alien. Jika kita membaca dengan seksama, kita akan menemukan kalau memo ini sama sekali tidak menunjukkan kalau Amerika atau FBI mengakui adanya pesawat alien yang jatuh di Roswell.

Memo ini sendiri sebenarnya sudah dirilis sejak bulan Desember 2010. Namun baru bulan April ini diberitakan oleh media. Seingat saya, media yang pertama kali memberitakan memo ini adalah Salt Lake Tribune yang pada tanggal 8 April merilis berita dengan judul: New FBI "Vault" discuss Utah UFOs, others secrets.

Lalu pada tanggal 11 April, Dailymail.co.uk memberitakan mengenai memo ini dengan judul berita: The memo that 'proves aliens landed at Roswell'... released online by the FBI

Lihat, judulnya sudah sangat jauh berbeda. Namun Dailymail masih menggunakan tanda petik pada kalimat "proves aliens landed at Roswell". Tanda petik mengindikasikan kalau Dailymail tidak serta merta menganggap kalimat itu sebagai sebuah fakta riil.

Namun media lain sepertinya tidak menangkap maksud Dailymail. Mereka terbawa emosi dan menganggap rilis ini sebagai disclosure serta bukti kalau alien benar-benar telah mendarat di Amerika.

Misalnya, Tempointeraktif.com memberitakan rilis memo ini dengan judul artikel: FBI rilis bukti alien mendarat di Meksiko

Nah, disinilah dituntut ketelitian.

Kalian yang telah membaca isi memo agen Hottel di atas pasti akan menyadari adanya ketidakakuratan pada Judul ini. Paling tidak ada tiga.

Pertama, jika kita membaca memo dari agen Hottel, kita tidak akan bisa menemukan satu pun rujukan mengenai alien di dalamnya.

Kedua, memo itu sama sekali tidak menyinggung soal pendaratan.

Dan yang ketiga, lokasi penemuan piring terbang yang disinggung di dalam memo tersebut adalah New Mexico, bukan Mexico.

Ini adalah contoh yang sangat baik bagaimana teori konspirasi alien Roswell sangat mengakar kuat di dalam masyarakat sehingga setiap informasi yang menyinggung piring terbang dan New Mexico akan selalu dikaitkan dengan konfirmasi keberadaan alien.

Jika memang media telah salah menanggapi maksud memo ini, lalu apa maksud memo ini sebenarnya?

Mari kita pahami terlebih dahulu konteks dokumen yang bersangkutan.

Pada tahun 1947-1950, Militer Amerika memang disibukkan dengan penyelidikan mengenai banyaknya penampakan-penampakan UFO (istilah yang lebih populer waktu itu adalah piring terbang). Ini wajar karena pada saat itu, perang dunia II baru saja berakhir sehingga semua institusi pemerintah yang berhubungan dengan keamanan disiagakan untuk menghadapi serangan musuh yang mungkin datang.

Pada saat itu, memang ada teori yang menyebutkan kalau pihak Jerman telah berhasil menciptakan wahana militer yang sering dianggap sebagai UFO.

Ini juga tercermin dari memo FBI bertanggal 30 Juli 1947 yang ditujukan kepada anggota-anggotanya:

"Biro (FBI), atas permintaan badan intelijen angkatan udara, telah setuju untuk bekerjasama dalam penyelidikan mengenai piring-piring terbang...anda harus menyelidiki setiap kasus yang menarik perhatianmu mengenai penampakan piring terbang untuk menentukan apakah itu penampakan yang bisa dipercaya, khayalan atau gurauan." (link)

Dari memo ini kita bisa menyimpulkan kalau semua penampakan yang menarik, entahkan itu hoax atau bukan harus diselidiki oleh agen-agen FBI.

Sebelum tahun 1950, FBI masih disertakan dalam penyelidikan mengenai UFO. Setelah tahun 1950, penyelidikan itu diambil alih sepenuhnya oleh militer walaupun kadang biro itu masih dimintai bantuan untuk kasus-kasus khusus.

Dengan demikian, boleh dibilang FBI tidak lagi berurusan dengan UFO sejak lama. Ini memang bertentangan dengan citra FBI yang ditunjukkan oleh film seri The X File.

Jadi, rilis memo agen Hottel ini hampir bisa dipastikan tidak memiliki implikasi penting sama sekali karena dirilis oleh lembaga yang tidak memiliki akses ke dokumen-dokumen penyelidikan UFO.

Perlu dicatat kalau memo ini pun sama sekali tidak bisa dianggap sebagai bukti karena agen Hottel sendiri hanya mendapatkan informasi tersebut dari seorang informan. Boleh dibilang, informasi ini bukan berasal dari tangan pertama.

Hal lain yang turut memperkuat argumen kalau memo ini tidak memiliki arti penting adalah adanya bukti-bukti yang menunjukkan kalau memo ini sesungguhnya tidak sedang berbicara mengenai peristiwa Roswell tahun 1947.

Mari kita lihat bersama-sama.

Ada beberapa alasan mengapa memo ini bisa jadi tidak sedang berbicara mengenai peristiwa Roswell.

Alasan pertama adalah tanggal memo yang berjarak 3 tahun dari peristiwa Roswell. Hampir tidak mungkin lembaga sekelas FBI mendapatkan informasi yang begitu basi. Padahal insiden Roswell sendiri telah menghiasi media-media Amerika pada bulan Agustus tahun 1947.

Jadi, pastilah FBI telah mengetahui mengenai insiden Roswell sejak awal. Dan memang, di situs FBI sendiri, ada memo lain yang jelas merujuk kepada insiden Roswell. Memo ini bertanggal 7 Agustus 1947, kurang lebih satu bulan setelah insiden Roswell. Ini tentu lebih masuk akal.

(link dokumen di situs FBI)

Dalam memo ini disebutkan kalau pasukan kedelapan angkatan udara Amerika telah berhasil menyita objek yang dianggap piring terbang di Roswell. Piringan itu disebut berbentuk Hexagonal dan tergantung pada sebuah balon dengan kabel. Diameter balon tersebut sekitar 20 kaki (6 meter). Memo tersebut juga menyebutkan kalau objek yang ditemukan memiliki kemiripan dengan balon udara yang memiliki reflektor radar walaupun evaluasi lebih lanjut belum pernah dilepas ke publik.

Tidak ada keterangan mengenai tubuh alien yang ditemukan dalam memo tersebut.

Memo ini berisi fakta yang memang telah diperdebatkan selama puluhan tahun dimana pihak militer menyebutkan kalau objek tersebut hanyalah sebuah balon udara. Sedangkan peneliti UFO percaya kalau objek tersebut adalah pesawat alien.

Jadi tidak ada sesuatu yang baru dalam memo ini sehingga kita pun tidak bisa menyebutnya sebagai disclosure.

Alasan kedua yang menunjukkan kalau memo ini bukan merujuk kepada insiden Roswell adalah nama file yang diupload oleh FBI ke situs mereka. Nama file tersebut adalah Hottel_Guy_Part1 yang disimpan dalam folder bernama Guy Hottel. Sedangkan file memo mengenai roswell diberi nama Roswell UFO Part.1 dan dimasukkan ke dalam folder Roswell UFO.

Dengan pengelompokkan seperti ini, jelas FBI menunjukkan kepada kita kalau kedua memo ini memiliki subjek yang berbeda.

Alasan ketiga adalah, dalam memo tersebut agen Hottel tidak pernah menyebutkan tentang Roswell. Ia hanya menyebut New Mexico.

Nah, ini petunjuk yang cukup penting. Kalau memang agen Hottel tidak sedang berbicara mengenai peristiwa Roswell, apakah mungkin ia sedang merujuk ke peristiwa UFO lainnya yang juga terjadi di New Mexico?

Jawabannya: Ya.

Soalnya memang ada peristiwa UFO lain yang juga terjadi di new Mexico.

Peristiwa yang saya maksud adalah peristiwa jatuhnya pesawat alien di Aztec, New Mexico, yang disebut terjadi pada Maret 1948. Ada kemungkinan kalau agen Hottel sedang berbicara mengenai peristiwa ini (walaupun beberapa deskripsi agen Hotel berbeda dengan kisah Aztec yang secara umum beredar, seperti jumlah mayat alien dan ukuran pesawat).

Tetapi, kalau memang ada pesawat alien yang jatuh di Aztec, mengapa kita hampir tidak pernah mendengarnya?

Ini dikarenakan peristiwa itu telah diketahui sebagai sebuah hoax sejak tahun 1952. Seseorang bernama Silas Mason Newton dianggap sebagai orang yang telah bertanggung jawab menyebarkannya.

Salah satu fakta yang memperkuat argumen ini adalah tanggal memo tersebut, yaitu 22 Maret 1950.

Walaupun peristiwa Aztec disebut terjadi pada Maret 1948, namun insiden ini baru diketahui secara luas ketika Newton mengadakan ceramah di Denver University pada tanggal 8 Maret 1950, hanya selisih 14 hari dengan memo agen Hottel.

Pada dokumen-dokumen FBI lain yang telah dirilis belakangan, memang terungkap kalau FBI juga ikut memonitor ceramah Newton untuk melihat implikasi ceramahnya terhadap keamanan dalam negeri Amerika. Bisa dipastikan kalau hasil pantauan ini kemudian dilaporkan oleh agen Hottel ke otoritas biro. Jadi, agen Hottel melaporkan sebuah informasi hoax! Tidak ada piring terbang ataupun "tubuh berbentuk manusia" yang ditemukan.

Pada bulan September 1950, kisah-kisah yang berasal dari Silas Mason Newton ini diterbitkan ke dalam sebuah buku berjudul "Behind the Flying Saucers" oleh penulis bernama Frank Scully. Buku inilah yang membuat kisah Aztec menyebar hingga akhirnya dibongkar oleh JP Cahn pada tahun 1952. Belakangan, hoax ini juga diakui oleh Newton dalam buku diarinya yang ditulis pada tahun 1970an.

Jadi, memo agen Hottel boleh dibilang tidak memiliki arti penting apapun berkenaan dengan pengungkapan UFO oleh pemerintah. Menurut William Moore yang pernah meneliti insiden Roswell, memo agen Hottel ini tidak berharga sama sekali karena bersumber dari sebuah kasus hoax.

Kesimpulannya, FBI memang hanya merilis dokumen-dokumen biasa yang tidak memiliki arti penting bagi dunia ufologi.

FBI merilis memo-memo ini sebagai bagian dari kepatuhan terhadap undang-undang kebebasan informasi di Amerika sehingga terbuka untuk publik. Jika kalian masuk ke situs tersebut dan membaca memo dari agen Hottel, kalian bisa melihat kalau nama file memo ini adalah Hottel_Guy_Part1. Menariknya, file memo mengenai Roswell juga dinamai Roswell_UFO_Part.1.

Ini menunjukkan kalau di masa yang akan datang, FBI mungkin akan merilis dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan agen Hottel dan Roswell. Pada saat itu, mungkin kita bisa mengetahui konteks besarnya. Ini akan menjadi lebih menarik. Jadi, kita tunggu saja.

Baca juga: Perjumpaan Kenneth Arnold dengan UFO - permulaan era piring terbang

(Semua sumber beserta linknya telah disertakan di dalam tulisan)

Mad Gasser of Mattoon - Misteri orang gila penyebar gas dari Mattoon

Lebih dari 50 tahun yang lalu, media-media di Virginia dan Illinois dihebohkan dengan sosok misterius di dalam kegelapan yang menyerang para penduduk.dengan gas berbau aneh. Misteri yang sering sering disebut "Mad Gasser of Mattoon" atau "orang gila penyebar gas dari Mattoon" ini termasuk salah satu misteri besar dunia yang belum terpecahkan.


Peristiwa ini bermula pada tahun 1933.

Pada pukul 10 malam, tanggal 22 Desember 1933, sebuah kota kecil bernama Botetourt County, Virginia, sudah terlihat sepi. Pada malam ini, untuk pertama kalinya oknum yang disebut orang gila penyebar gas akan segera beraksi.

Nyonya Cal Huffman masih terjaga saat itu.

Tidak berapa lama kemudian, ia mencium bau manis yang aneh di dalam rumahnya. Seumur-umur, ia belum pernah mencium bau seperti ini. Nyonya Huffman merasa pusing, namun bau itu segera sirna.

Pada pukul 22.30, bau itu datang kembali. Kali ini sensasi yang ditimbulkannya lebih kuat sehingga delapan orang anggota keluarga Huffman dan seorang tamu bernama Ashby Henderson yang sedang menginap merasakan efeknya.

Semua yang mencium bau itu mulai merasakan mual, pusing, kram pada wajah dan sesak nafas. Alice, putri Nyonya Huffman yang berusia 20 tahun merasakan akibat yang paling parah. Ia mengalami sesak nafas yang sangat parah sehingga harus diberikan nafas buatan. Untungnya nyawanya berhasil diselamatkan. Namun, beberapa minggu setelah peristiwa itu, ia masih sering mengalami kram pada anggota tubuhnya.

Tidak ada yang bisa menjelaskan darimana bau itu berasal. Namun, Mr. Huffman yakin kalau ia melihat sesosok pria melarikan diri di kegelapan malam. Ketika polisi memeriksa lokasi kejadian, mereka hanya menemukan sebuah jejak sepatu hak tinggi di dekat jendela.

Dua hari kemudian, bau misterius itu kembali muncul di Cloverdale.

Mr. Clarence Hall dan istrinya sedang berada di rumahnya. Saat itu pukul sembilan malam. Kemudian, penciuman mereka menangkap bau manis aneh yang sangat kuat. Dengan segera keduanya merasakan lemas dan pusing.

Sekali lagi, tidak ada yang bisa memastikan asal bau misterius itu. Polisi yang menyelidiki kasus ini menemukan kalau bau tersebut ternyata terkonsentrasi pada sebuah lubang paku di jendela. Polisi percaya kalau lubang ini telah digunakan untuk menyemprotkan gas berbau itu kedalam rumah.

Ini berarti ada oknum yang bertanggung jawab atas serangan ini!

Sekarang, serangan gas berbau ini dan kemungkinan adanya oknum jahat yang menyebarkannya telah menarik perhatian media.

Pada tanggal 11 Januari, serangan itu berlanjut lagi. Juga pada pukul 10 malam, Nyonya Moore dari Howell's Mill, melaporkan adanya suara-suara aneh di halaman yang diikuti dengan sosok bayangan berkelebat dekat jendela yang telah lama pecah. Segera setelah itu, nyonya Moore mulai mencium bau gas yang aneh. Mrs. Moore yang lebih waspada segera meraih bayinya dan berlari keluar. Namun, walaupun ia telah bertindak dengan sigap, gas itu tetap saja membuat tubuhnya merasakan kram untuk sesaat.

Pada malam yang sama, GD Kinzie dari Troutville juga mengalami serangan yang serupa. Menurut dokter yang datang memeriksanya, Mr.Kinzie kemungkinan telah diberi gas Chlorine yang berbahaya.

Pada tanggal 16 Januari, Mr. FB Duval yang tiba di rumahnya pada pukul 23.30 menemukan kalau keluarganya telah diserang oleh sang penyebar gas. Dalam perjalanannya menuju kantor polisi, ia melihat sekelebat sosok manusia sedang berlari menuju mobil yang ada di dekat situ. Mr. Duval mengejarnya, namun sosok tersebut menghilang dalam kegelapan.

Beberapa penduduk lain juga melaporkan serangan serupa yang berlangsung hingga tanggal 28 Januari ketika lima orang di kediaman Ed Stanley di Colon Siding mengalami pusing akibat bau gas tersebut. Salah seorang dari mereka, Frank Guy, berhasil mendapatkan udara segar sehingga mendapatkan kesadarannya kembali. Ketika itu ia sempat menyaksikan empat pria sedang berlari di dekat hutan kecil. Frank meraih senjata dan menembak. Namun, sepertinya tidak mengenai pria-pria tersebut.

Keesokan harinya polisi yang mulai menyadari bahaya serangan-serangan ini telah menyediakan hadiah sebesar $500 bagi siapa saja yang bisa memberikan keterangan mengenai para penjahat penyebar gas. Jumlah ini cukup besar untuk ukuran saat itu.

Serangan terakhir yang terjadi pada tahun 1934 terjadi pada tanggal 11 Februari ketika lima laporan serangan masuk ke kantor polisi.

Pada hari itu juga, polisi menemukan sebuah botol kecil berisi cairan di salju di sekitar rumah korban serangan di Botetourt. Keesokan harinya, polisi berhasil mengetahui kalau cairan itu adalah campuran dari cairan yang tidak berbahaya bagi manusia, kurang lebih seperti penyemprot serangga yang ada di setiap rumah tangga.

Setelah penemuan bukti kecil itu, entah kenapa seluruh serangan gas tiba-tiba berhenti. Tidak ada lagi laporan-laporan yang masuk dan orang-orang mulai berspekulasi kalau apa yang telah terjadi dalam beberapa bulan ini mungkin hanyalah sebuah histeria massa.

Harian Roanoke Times bahkan dengan yakin menurunkan editorial yang berjudul "Tidak ada penyebar gas di Roanoke."

Tetapi 10 tahun kemudian, orang gila penyebar gas kembali beraksi.

Kali ini serangan-serangan tersebut terjadi di Mattoon, Illinois, yang dimulai pada akhir Agustus 1944. Serangan ini berlangsung hingga beberapa minggu.

Pada pagi hari tanggal 31 Agustus, Urban Raef terbangun oleh bau menyengat yang segera membuatnya menjadi pusing dan muntah-muntah. Istrinya yang berniat bangun untuk mencari tahu segera menyadari kalau tubuhnya sendiri telah mengalami kram dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Pada tanggal 2 September 1944, Seorang perempuan bernama Aline Kearney sudah berbaring di tempat tidur sambil membaca surat kabar ketika ia mencium bau gas yang manis dan sangat kuat. Bau itu membuat ia dan anak perempuannya yang berusia tiga tahun menjadi mual-mual. Ketika Aline mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, ia menemukan kalau ia tidak bisa menggerakkan kakinya.

Ketika menemukan kakaknya dalam keadaan seperti itu, adik Aline yang sedang menginap di rumah itu segera menghubungi polisi.

Ketika polisi datang dan menyelidiki, mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Namun, pada pukul 12.30 malam itu, ketika suami Aline yang berprofesi sebagai supir taksi pulang, ia menemukan seseorang sedang mengendap-endap di samping rumahnya. Ia mengejarnya, namun penyelinap itu berhasil melarikan diri.

Apa yang dialami oleh Aline Kearney segera menjadi sensasi dengan cepat. Media-media mulai memberitakan kalau orang gila penyebar gas yang pernah meneror Virginia 10 tahun yang lalu telah datang ke Illinois.

Lalu, media mulai menjuluki oknum penyebar gas itu dengan berbagai julukan. Mulai dari Mad Gasser of Mattoon, Anesthetic Prowler atau Phantom Anesthetic. Figur misterius ini kemudian dianggap bertanggungjawab atas serangan-serangan yang menyusul pada minggu-minggu berikutnya.

Setelah pemberitaan oleh banyak media, beberapa orang mulai melaporkan terjadinya serangan serupa. Mereka mengklaim kalau serangan gas yang dialami telah menyebabkan mereka mengalami pusing, kelumpuhan, mual dan muntah.

Pada tanggal 5 September, Nyonya Carl Cordes melaporkan penemuan sebuah kain kecil basah di serambi rumahnya. Ketika ia memungutnya, ia mencium bau yang sangat kuat.

"Rasanya seperti lumpuh." Katanya. "Suamiku harus membantu aku masuk ke dalam rumah. Segera bibirku mulai membengkak dan langit-langit mulut dan tenggorokanku terasa seperti terbakar. Aku mulai memuntahkan darah dan suamiku segera memanggil dokter. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam hingga aku merasa normal kembali."

Para penduduk Mattoon mulai diliputi ketakutan.

Ada alasan lain mengapa ketakutan ini lumayan cepat menyebar. Pada saat itu, perang dunia II sedang berlangsung dan media-media nasional di Amerika pernah memperingati kalau pasukan Nazi mungkin menggunakan gas racun untuk menyerang warga sipil. Jadi, para penduduk mulai menghubung-hubungkan peristiwa ini dan bertanya-tanya apakah Nazi terlibat dalam serangan-serangan ini.

Pada minggu-minggu berikutnya, pihak kepolisian menerima beberapa laporan serangan setiap malam. Banyak korban melaporkan kalau mereka melihat figur tinggi berpakaian hitam yang terlihat berlari dari halaman rumah mereka sesaat setelah serangan terjadi. Selain itu, ada yang melaporkan melihat asap berwarna biru dan mendengar suara berdengung yang aneh.

Karena polisi tidak kunjung memecahkan misteri ini, para warga berinisiatif membentuk kelompok ronda yang menyisir jalan setiap malam. Namun usaha ini tidak juga membawa hasil.

Pada tanggal 13 September, korban serangan gas telah mencapai lebih dari 30 orang.

Namun, setelah tanggal itu, tidak ada lagi laporan adanya serangan. Seakan-akan, orang gila penyebar gas dari mattoon telah memutuskan untuk berhenti total. Akibatnya, polisi yang belum berhasil mengumpulkan petunjuk yang memadai menemui jalan buntu dan misteri ini menjadi tidak terpecahkan hingga saat ini.

Selama lebih dari setengah abad, para penulis, peneliti dan sejarawan mencoba untuk melihat kembali kasus ini dan berusaha menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi di Botetourt County dan Mattoon pada saat itu. Walaupun kasus ini tidak membawa korban jiwa, situasi kasus yang misterius telah menarik perhatian banyak peneliti sehingga orang gila penyebar gas dari Mattoon dikategorikan ke dalam misteri penyerang siluman sejajar dengan Jack si tumit pegas.

Beberapa penulis cenderung menganggap peristiwa ini sebagai contoh histeria massa. Ini terlihat dari headline harian Roanoke Times yang beranggapan kalau sesungguhnya tidak pernah ada orang gila penyebar gas. Teori ini kemudian didukung oleh pihak kepolisian yang menyimpulkan kalau peristiwa ini adalah histeria massa yang dibantu penyebarannya oleh media. Selama puluhan tahun, kisah ini bahkan sering dijadikan contoh histeria massa yang terjadi akibat perang dunia dan akibat istri-istri yang ditinggal suami pergi berperang.

Salah satu contoh media yang dianggap membantu penyebarannya adalah Mattoon Journal Gazzette yang membuat pemberitaan dengan headline "Mrs.Kearney dan putrinya korban pertama."

Pada saat itu, belum diketahui apakah akan ada korban berikutnya. Namun, judul pemberitaan yang provokatif itu dianggap telah membantu menimbulkan histeria yang berkepanjangan.

Teori histeria massa ini juga dikutip dan didukung oleh psikolog bernama Donald M Johnson yang mendokumentasikan kasus Mattoon pada tahun 1945 dan JP Chaplin pada tahun 1959. Menurut para psikolog ini, efek-efek fisik seperti pusing, mual dan muntah sesungguhnya adalah efek dari histeria yang umum terjadi.

Selain teori histeria massa, ada juga teori polusi.

Kesimpulan ini cukup wajar karena bau gas yang menyengat itu dianggap sangat mirip dengan bau gas yang berasal dari polutan atau limbah buangan. Banyak yang bersepekulasi kalau bau itu berasal dari carbon tetrachloride atau trichloroethylene yang memiliki bau manis dan dapat mengakibatkan efek penyakit seperti pada korban.

Pada konferensi pers tanggal 12 September, pihak kepolisian sebenarnya juga sudah mengemukakan kemungkinan ini. Namun, teori ini segera dikesampingkan karena saat itu tidak ditemukan pabrik yang memiliki limbah buangan semacam itu.

Selain teori-teori diatas, ada penulis yang percaya kalau sesungguhnya memang ada oknum gila yang telah menyebarkan gas berbau tersebut. Salah seorang diantaranya adalah penulis bernama Scott Maruna. Bahkan ia yakin kalau ia mengetahui siapa sesungguhnya orang gila penyebar gas tersebut.

Maruna sendiri adalah seorang guru sains yang menulis sebuah buku berjudul "The Mad Gasser of Mattoon: Dispelling the Hysteria", yang terbit tahun 2003. Ia adalah penduduk asli Mattoon.

Menurut Maruna, peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai histeria massa karena banyaknya laporan yang menyebutkan bau gas yang datang dari jendela dan adanya sosok manusia yang sedang berlari di kegelapan. Jadi memang ada oknum yang menyebarkan gas tersebut.

Menurutnya lagi, pada masa itu, di Mattoon, ada seorang pelajar jenius yang sangat kutu buku. Namanya adalah Farley Llewellyn, seorang pelajar jurusan kimia yang suka bereksperimen dengan berbagai bahan kimia. Suatu hari laboratoriumnya bahkan sempat meledak hingga terdengar sampai ke tetangga-tetangganya.

Maruna percaya kalau Llewellyn adalah orang gila penyebar gas yang sesungguhnya.

Jika memang Llewellyn pelakunya, apa motifnya?

Llewellyn ternyata sakit hati akibat dikucilkan oleh masyarakat karena dicurigai sebagai seorang homoseksual. Jadi selain memiliki kemampuan, ia juga memiliki motif. Karena itu korban serangan tersebut terlihat acak karena ia memang dendam kepada keseluruhan masyarakat. Bahkan kebanyakan serangan juga terjadi di dekat rumahnya.

"Farley, sang jenius kimia yang jago dengan bahan kimia adalah penyebar gas yang sesungguhnya." Kata Maruna.

Ia percaya kalau gas yang disebarkan oleh Llewellyn adalah tetrachlorethane.

Tetapi Maruna gagal menjelaskan peristiwa yang terjadi sepuluh tahun sebelumnya di Botetourt County. Apakah Llewellyn juga pelakunya? Sepertinya hampir tidak mungkin.

Ataukah Llewellyn hanya meniru serangan 10 tahun sebelumnya?

Pertanyaan ini masih belum terjawab hingga sekarang. Dan karena pertanyaan-pertanyaan seperti inilah, misteri orang gila penyebar gas tidak pernah dianggap benar-benar terpecahkan.


Baca juga: Legenda Spring Heeled Jack - Jack si tumit pegas

(wikipedia, illinoistime.com, appalachianhistory.net)

Seekor domba di Cina melahirkan seekor "anjing"

Sesuatu yang aneh terjadi Cina. Menurut para peneliti, hewan dengan spesies yang berbeda tidak akan bisa dikawinkan. Namun di Cina, ada seekor domba yang melahirkan seekor "anjing", atau paling tidak anak domba yang sangat mirip dengan anjing. Bisakah kalian memperkirakan apa yang sedang terjadi?


Ada banyak serigala berbulu domba, tetapi hanya ada satu anjing berbulu domba.

Bagi Liu naiying, kelahiran domba ini adalah sebuah mukjizat. Mr.Liu percaya kalau dombanya memang telah melahirkan seekor anjing.

Hewan yang terlihat seperti "anak anjing" itu memiliki bulu seperti domba, namun hidung, mulut, mata, telapak kaki dan ekornya sangat mirip dengan seekor anjing. Bahkan "anak anjing" itu bermain seperti seekor anjing.

Kelahiran yang aneh ini telah membuat ribuan orang berbondong-bondong datang ke pertaniannya di propinsi Shanxi untuk melihat dengan mata kepala sendiri.

Mr.Liu mengatakan kalau ia menemukan bayi hewan itu beberapa saat setelah dilahirkan.

Menurut Mr.Liu: "Saya sedang menggembalakan domba-domba ketika saya melihat seekor diantaranya sedang menjilati bayinya yang baru lahir di rerumputan. Anak domba itu masih terlihat basah."

"Ketika saya mendekati untuk melihatnya, saya sangat terkejut karena anak domba itu terlihat sangat aneh, seperti persilangan antara seekor domba dengan anjing."

"Saya menjadi sangat ketakutan karena saya telah memelihara domba selama 20 tahun dan belum pernah melihat hewan semacam ini."

Yue GuoZhang, seorang peneliti dari pusat penelitian hewan di kota Xi'an mengatakan kalau domba dan anjing adalah dua spesies yang berbeda.

"Sangat tidak mungkin seekor domba bisa hamil dan melahirkan seekor anjing." Katanya. "Menurut saya hewan itu hanyalah seekor domba yang tidak biasa."

Terima kasih atas pencerahannya Mr.Yue.

Kalau begitu, apa yang sesungguhnya terjadi?

Apakah domba itu telah melakukan hubungan terlarang dengan anjing Mr.Liu?

Ataukah sang induk domba itu jatuh cinta dengan pudel tetangga sehingga ia menginginkan anak yang menyerupai anjing itu? Bukankah apa yang kita pikirkan dengan sungguh-sungguh bisa terjadi?

Just kidding.

Paling tidak, kita bisa menyebut peristiwa ini sebagai mukjizat yang menyenangkan.

(dailymail.co.uk)


Seorang penulis mengklaim telah berhasil memecahkan misteri El Chupacabra

El Chupacabra pertama kali muncul pada tahun 1995. Walaupun baru 16 tahun, legenda makhluk misterius penghisap darah ini begitu populer sehingga membuat seorang penulis yang juga skeptik bernama Benjamin Radford memutuskan untuk mengadakan penyelidikan mendalam mengenainya. Dan dari hasil penyelidikannya, ia percaya kalau ia telah berhasil mengetahui identitas monster itu yang sesungguhnya. Monster itu ternyata bukan seekor cryptid atau alien dari luar angkasa, melainkan manifestasi dari Natasha Henstridge.


Bagi kalian yang belum pernah mendengar nama Natasha Henstridge, ia adalah seorang aktris Holywood.

Ini fotonya:

Lalu apa hubungan antara wanita cantik ini dengan El Chupacabra yang jelek dan.menakutkan itu?

Semuanya bermula dari Benjamin Radford, seorang penulis untuk situs Livescience dan editor dari Journal of the Skeptical Inquirer, yang mengklaim telah berhasil memecahkan misteri monster ini. Ia menuangkan hasil penelitian dan teorinya dalam sebuah buku yang akan dirilis tahun 2011 ini.

Sekedar mengingatkan, El Chupacabra pertama kali muncul pada Maret 1995 di Puerto Rico dan segera menjadi headline di seluruh dunia. Pada saat itu, delapan ekor domba ditemukan mati dengan luka tusukan di dada. Apa yang membingungkan adalah kondisi domba-domba itu yang ditemukan dengan darah habis, seperti dihisap oleh Vampire.


Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan Agustus, seorang saksi bernama Madelyne Tolentino memberikan laporan kalau ia menyaksikan seekor makhluk mengerikan di kota Canovanas. Di kota itu terdapat laporan mengenai adanya 150 ekor ternak dan hewan peliharaan yang mati terbunuh. Tolentino juga memberikan sebuah deskripsi yang kemudian diterjemahkan ke dalam sketsa. Sketsa ini kemudian dimuat di media-media lokal Puerto Rico.

Setelah serangkaian peristiwa ini, seorang komedian Puerto Rico bernama Silverio Perez mulai menyebut makhluk ini dengan sebutan Chupacabra yang berarti penghisap kambing. Nama itu segera mendunia dan dalam waktu singkat Chupacabra telah masuk ke dalam Hall of Fame dunia Cryptozoology.

Mungkin Benjamin Radford cukup terganggu dengan kenyataan kalau seekor monster yang mirip Iguana berdiri tegak telah menimbulkan ketakutan pada masyarakat Puerto Rico. Jadi ia memutuskan untuk menyelidiki persoalan ini dengan lebih serius.

Radford segera menginvestigasi laporan-laporan para saksi dan melakukan beberapa perjalanan ke Puerto Rico hingga akhirnya mengambil sebuah kesimpulan revolusioner yang dianggapnya merupakan jawaban final atas misteri ini.

Menurut Radford, Chupacabra sesungguhnya bukan seekor cryptid atau alien, melainkan hanyalah sebuah memori yang tertinggal dari seorang saksi. Saksi yang dimaksud adalah Madelyne Tolentino yang mengaku melihat Chupacabra pada Agustus 1995.

Menurutnya, kesaksian Tolentinolah yang telah menjadi dasar dari banyak kesaksian yang muncul berikutnya sehingga bisa disimpulkan kalau Tolentino keliru, maka kesaksian yang muncul setelahnya juga keliru.

Sebagai perbandingan, Ini sketsa Chupacabra yang dibuat berdasarkan kesaksian Tolentino.

Radford menemukan kalau sosok Chupacabra Tolentino sangat mirip dengan makhluk alien bernama Sil yang diperankan oleh Natasha Henstridge dalam film berjudul "Species".

Sekarang kalian tahu hubungan antara Natasha Henstridge dengan Chupacabra.

Tetapi, mungkin sebagian dari kalian masih bingung karena makhluk yang tergambar pada sketsa Tolentino sama sekali tidak mirip dengan Natasha. Tentu saja. Soalnya dalam film itu, Natasha memiliki wujud asli yang cukup menakutkan.

Jika ia berubah bentuk, jadilah ia seperti yang terlihat pada foto di bawah ini:

Sil
Miripkah?

Film Species dirilis pada tanggal 7 Juli 1995, hanya beberapa minggu sebelum sketsa Tolentino muncul ke publik.

Ketika Radford mewawancarai Tolentino, ia menemukan kalau wanita itu memang menonton film Species sebelum memberikan kesaksian penampakan Chupacabra.

Jadi, Radford mengambil kesimpulan kalau Tolentino telah memberikan kesaksian itu berdasarkan memorinya mengenai karakter Sil. Dengan kata lain, ia keliru, sehingga laporan lain yang muncul setelahnya juga keliru dan Chupacabra sesungguhnya hanyalah sebuah mitos.

Tolentino sendiri mengaku kalau ia melihat makhluk itu di jalanan dekat rumah ibunya pada minggu kedua bulan Agustus 1995.

Tetapi Radford percaya kalau wanita itu tidak berbohong, melainkan hanya mengalami masalah psikologis yang membuatnya sukar membedakan antara fiksi dan realita. Radford berani mengatakan ini karena ia sendiri memiliki gelar kesarjanaan dalam bidang psikologi.

Paling tidak ia cukup punya perasaan untuk tidak menganggap Tolentino sebagai pembohong!

Menurutnya: "Kita bisa menarik sebuah garis antara jadwal rilis film tersebut, laporan penampakan Madelyn, melihat Chupacabra di jalanan, membuat laporan dan masuk ke imajinasi publik."

Segera setelah Tolentino melaporkan kesaksiannya, makhluk-makhluk serupa yang digambarkannya mulai muncul dimana-mana. Ini adalah indikasi kuat kalau Chupacabra sesungguhnya hanyalah sebuah monster inspirasi Holywood.

Lalu, bagaimana dengan deskripsi Chupacabra yang memiliki sosok seperti seekor anjing yang jelas jauh berbeda dengan deskripsi Tolentino?

Deskripsi Chupacabra yang mirip seekor anjing sesungguhnya baru muncul belakangan. Pada tahun 2000, nama Chupacabra sebenarnya sudah mulai menghilang. Namun muncul kembali pada tahun 2004 ketika ternak-ternak di Texas diserang oleh hewan tak dikenal.

Kemudian seorang peternak berhasil menembak mati seekor hewan seperti coyote yang dianggap bertanggung jawab atas kematian-kematian tersebut. Hewan tersebut kemudian disebut Chupacabra karena para peternak belum pernah melihat coyote dengan sosok seperti itu. Padahal kenyataannya Coyote tersebut memiliki bentuk tubuh seperti itu karena memiliki kelainan kulit.

Bangkai-bangkai coyote seperti ini kemudian muncul di berbagai tempat sehingga Chupacabra kembali mendapatkan kepopulerannya, walaupun sekarang sosoknya telah menjadi seperti seekor anjing, jauh berbeda dengan deskripsi Tolentino.

Lalu bagaimana dengan kasus kematian hewan-hewan ternak itu?

Menurut Radford, kematian-kematian tersebut hanyalah kematian biasa yang diakibatkan oleh serangan binatang buas.

"Ketika diadakan nekropsi atas ayam dan kambing yang mati, ternyata ditemukan kalau hewan-hewan tersebut memiliki level darah yang normal." Kata Radford. "Ini menunjukkan kalau hewan-hewan ini tidak dihisap darahnya."

"Pada pertengahan tahun 2000, semua makhluk yang aneh dipanggil El Chupacabra. Coyote berpenyakit kulit, raccoon mati, bahkan ikan kering di New Mexico, yang sebenarnya sama sekali tidak terlihat seperti El Chupacabra."

Jika semua ini hanyalah sebuah hoax, mengapa legenda ini bisa bertahan?

Menurut Radford, jawabannya cukup sederhana. Chupacabra boleh dibilang monster pertama yang muncul pada era internet. Tentu saja legenda ini akan lebih cepat menyebar. Selain itu, legenda ini juga didukung oleh banyak pemercaya UFO yang berteori kalau makhluk ini sesungguhnya adalah alien atau hewan peliharaan alien.

Tidak butuh waktu lama bagi para cryptozoologyst untuk menyanggah teori Radford.

Loren Coleman, seorang cryptozoolgyst yang memiliki situs Cryptomundo.com berkata: "Salah satu bukti penting yang didapatkan Radford adalah deskripsi yang ditulis Scott Corrales dalam bukunya yang terbit tahun 1997 yang berjudul 'Chupacabra and Other Mysteries'. Dalam buku itu, Corrales jelas menyatakan kalau Tolentino sendirilah yang menghubungkan makhluk yang dilihatnya dengan Sil. Tolentino juga mengatakan di dalam buku itu kalau ia memang telah menonton film berjudul Species."

Jadi, teori Radford bukan sesuatu yang baru.

Radford memang banyak mendasarkan teorinya pada deskripsi dan laporan yang ada di buku Corrales.

Coleman juga mengutip ucapan Tolentino dalam buku Corales.

Tolentino berkata: "Kemiripan Chupacabra dengan Sil sangat menakjubkan..Saya menonton film itu dan berkata dalam hati, 'Tuhanku! Bagaimana mungkin mereka dapat membuat film seperti ini sementara peristiwa-peristiwa ini sedang terjadi di Puerto Rico."

Ucapan ini tidak terdengar seperti seseorang yang sedang mengalami kesulitan membedakan antara fiksi dan realita! Coleman percaya kalau Radford telah mengambil kalimat ini dan menarik kesimpulannya dengan asal-asalan. Radford juga tidak menjelaskan tanggapan Tolentino atas teori yang diberikannya.

Lagipula, mengapa Radford hanya menggunakan sketsa Tolentino sebagai patokan dan mengabaikan deskripsi saksi yang lainnya? Lalu mengapa Radford mengabaikan serangan sejenis yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, misalnya yang terjadi pada tahun 1975 di kota Moca?

Bagi Coleman, ini adalah sebuah lubang besar dalam teori Radford.

Tetapi Coleman setuju dengan Radford kalau kebanyakan makhluk yang disebut orang-orang sebagai Chupacabra sesungguhnya hanyalah seekor anjing atau Coyote yang berpenyakit kulit.

Scott Corrales, yang bukunya dijadikan dasar penelitian Radford juga mengkritik teori Radford.

"Seperti yang kalian ketahui, saya selalu berusaha untuk menjauhi semua perdebatan ini. Namun untuk menggantungkan seluruh narasi Chupacabra hanya pada satu saksi (Ms.Tolentino) sama saja dengan menyangkali ratusan laporan saksi lainnya dari seluruh Puerto Rico yang mengaku melihat makhluk yang sama, bukan seekor anjing, bukan kera liar ataupun 'singa'.


"Makhluk yang dilihat itu adalah entitas yang digambar oleh Jorge Martin berdasarkan pada laporan Tolentino yang mendeskripsikan seekor makhluk yang mengeluarkan bau tidak sedap dengan bentuk tubuh yang aneh."

"Sepertinya para Skeptis telah menganggap rendah fakta mengenai manifestasi dramatis makhluk ini yang muncul bukan hanya di Puerto Rico dan Mexico, melainkan juga di Brazil dan Chili."

Menjawab kritikan para cryptozoolgyst ini, Radford berkata:

"Saya tidak menyatakan kalau seluruh laporan penampakan didasarkan pada laporan Tolentino. Namun kesaksiannya dianggap sebagai kesaksian yang paling awal, paling lengkap dan paling berpengaruh."

Mengenai kritikan Corrales, Ia berkata:

"Mengenai komentar Scott, saya kaget ketika membaca pernyataannya yang menyebutkan adanya ratusan saksi di Puerto Rico yang melihat makhluk yang sama. Saya sudah membaca bukunya beberapa kali dan saya lupa dimana ada "ratusan" saksi seperti yang disebutkannya. Saya sudah berusaha mewawancarai Scott untuk buku saya. Jika ia punya catatan mengenai ratusan saksi itu, maka saya akan sangat senang kalau diberikan akses kepada laporan-laporan itu."

Radford bahkan begitu yakin kalau ia telah memecahkan misteri ini sehingga dalam bukunya ia menulis:

"Misteri Chupacabra runtuh dan jawabannya sudah lengkap."

Tidak cukup sampai disitu, ia juga berkata:

"Jika bulan depan atau tahun depan seseorang menemukan El Chupacabra yang menghisap darah hewan, dengan senang hati saya akan menelan kicauanku dan menambahkan satu bab di dalam buku saya."

Jika Radford benar, saya rasa akan ada banyak penggemar monster yang akan menjadi kecewa. Tetapi jika Chupacabra hanyalah sebuah hoax, menurut saya itu lebih baik. Bukankah kita tidak menyukai cryptid yang suka membunuh?

Baca juga mengenai anjing yang dianggap sebagai Chupacabra di Tennesee

(foxnews.com)

SETI Institute meluncurkan aplikasi komputer dan smartphone untuk berburu alien - dan kita bisa ikut berpartisipasi

Para ilmuwan yang menghabiskan puluhan tahun di depan teleskop belum juga menemukan alien. Jadi, mereka membutuhkan bantuan kalian. Jika kalian tergerak membantu, ini caranya.


Walaupun postingan kali ini tidak misterius, menghibur atau menakutkan, namun saya kira sebagian dari kalian akan suka dengan informasi ini.

Beberapa dari kita ada yang bercita-cita menjadi pemburu harta karun. Yang lainnya menjadi pemburu monster. Dan sebagian lagi pemburu alien.

Bagi yang bercita-cita menjadi pemburu alien, mungkin kalian merasa kekurangan sumber daya teknologi yang canggih. Tetapi jangan kuatir. Sekarang kalian bisa memulai perburuan hanya dengan sebuah komputer rumah atau sebuah smartphone. Tidak tanggung-tanggung, rekan kalian dalam berburu adalah SETI Institute (Search for Extra Terestrial Life Institute), sebuah organisasi yang mendedikasikan diri untuk mencari tanda-tanda kehidupan di luar angkasa. Mereka memiliki peralatan-peralatan canggihnya, kalian hanya perlu memasang mata dan telinga baik-baik.

Saat ini SETI telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama SetiQuest Explorer dengan harapan para pengguna komputer atau smartphone (Atau pemburu alien) bisa ikut serta dalam usaha pencarian kehidupan di luar angkasa. Aplikasi ini bisa digunakan pada smartphone berbasis Android 2.2 dan akan bisa digunakan di iphone dalam beberapa bulan ke depan. Tersedia juga versi desktop yang bisa digunakan di komputer (kalian butuh Flash Player 10.2 untuk menjalankannya).

Menurut Jill Tarter, Direktur SETI Institute, aplikasi ini bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan otak dunia di dunia. Komputer memang baik dalam mengenali pola-pola yang sudah ada, namun mereka tidak terlalu baik dalam mengidentifikasi pola yang belum dikenali. Karena itu, SETI membutuhkan manusia untuk melakukan tugas itu.

Jill Tarter
Dengan memanfaatkan para pengguna smartphone dan komputer, SETI berharap dapat memaksimalkan sumber daya manusia untuk membantu mereka menemukan tanda-tanda kehidupan di luar angkasa.

Ini cara kerjanya:

Aplikasi SetiQuest Explorer akan menerima sinyal radio yang ditangkap oleh Allen Telescope di California Utara. Teleskop-teleskop ini mampu menjangkau bintang-bintang di luar sistem tata surya kita, termasuk bintang-bintang yang memiliki planet yang diidentifikasi NASA sebagai planet yang berada dalam habitable zone (Zona yang bisa menampung kehidupan). Jadi kemampuannya tidak diragukan lagi.

Allen Telescope Array
Setelah menerima sinyal tersebut, aplikasi ini akan menampilkannya dalam bentuk garis, titik hitam putih atau tampilan lain ke para sukarelawan. Tugas kalian adalah mencari pola dalam sinyal tersebut.

Masalahnya adalah sinyal tersebut kadang hanya terdengar seperti suara acak yang tidak menentu. Lagipula, jika teleskop tersebut menangkap sinyal radio, belum tentu sinyal tersebut berasal dari luar angkasa.

Namun tidak perlu kuatir karena aplikasi ini akan memberikan bantuan. Ia akan memberikan perbandingan dengan sinyal lain yang berasal dari bumi, seperti sinyal CB Radio, satelit, pesawat atau sumber lainnya. Jika polanya sama, maka kalian bisa mengabaikannya.

Jika polanya berbeda, ada kemungkinan kalau kalian sedang menerima sebuah "pesan" komunikasi dari para alien. Sampai saat ini, pesan tersebut memang belum pernah ditemukan.

"Kita mencari anomali, pola yang belum dikenali." Kata Tarter. "Kami ingin orang-orang menolong kami untuk menemukan sesuatu yang tidak kami ketahui."

Jadi tantangannya adalah menemukan sebuah sinyal tertentu, sedangkan kita sendiri tidak tahu persis sinyal seperti apa yang kita cari.

SETI telah berusaha menemukan tanda-tanda kehidupan selama 40 tahun. Kali ini Tarter berharap usaha mereka dapat diperkuat dengan bantuan orang-orang dari seluruh dunia.

Jadi, bagi kalian yang ingin membantu usaha SETI, kalian bisa masuk ke situs http://explorer.setiquest.org. Lalu login dengan akun facebook atau gmail kalian. Jika kalian ingin berhati-hati, kalian bisa membuat sebuah akun email baru yang akan digunakan sebagai login.

Setelah itu, kalian akan mendapatkan pemberitahuan jika ada sinyal yang tertangkap teleskop. Saat itu juga potongan foto dari google sky yang menunjukkan lokasi target beserta keterangannya muncul di layar komputer atau smartphone kalian. Jika kalian mengklik "continue", maka sinyal radio yang ditangkap akan segera ditampilkan. Kalian bisa segera mencari pola dan melaporkannya.

Tugas ini akan dikirim ke banyak sukarelawan di dunia. Dan jika teridentifikasi adanya pola tertentu yang tidak dikenal, maka penemuan itu akan segera dievaluasi oleh SETI.

Jadi, siapa yang merasa ingin berburu sekarang?

Dengan berpartisipasi mungkin kalian bisa mendapatkan sedikit gambaran bagaimana cara SETI mencari tanda-tanda kehidupan di luar angkasa atau paling tidak anggaplah kalian sedang belajar menjadi astronom amatir. Siapa tahu......

(news.cnet.com)

UFO Tsunami Jepang ternyata hanya sebuah helikopter

Ketika rekaman video menunjukkan saat-saat gelombang tsunami menghantam kota Sendai di perfektur Miyagi, Jepang, sebuah objek misterius terlihat keluar dari air dan bergerak menjauh. Banyak yang menyebutnya sebagai UFO. Namun, objek tersebut ternyata bukan sesuatu yang tidak dikenal, melainkan hanya sebuah helikopter berwarna putih.


Sebagian orang selalu bisa menemukan sesuatu yang menghebohkan dari sebuah bencana. Termasuk tsunami yang terjadi di Jepang pada tanggal 11 Maret kemarin. Walaupun berita ini belum banyak dibicarakan di Indonesia, namun di luar Indonesia, berita ini sangat populer sehingga saya kira hanya tinggal menunggu waktu sebelum infotaintment tertentu mengangkatnya.

Sebelum itu terjadi, biarkan saya mengklarifikasinya terlebih dahulu. Tulisan ini sekaligus merupakan jawaban atas pertanyaan dari sebagian pembaca mengenai UFO Tsunami Jepang.

Untuk itu, mari kita lihat rekaman itu bersama-sama.

Rekaman di bawah ini menunjukkan detik-detik ketika ombak tsunami yang dashyat menyapu daratan Jepang. Perhatikan baik-baik. Kalian bisa melihat sebuah objek putih terbang dari kiri ke kanan layar.


(youtube link)

In screenshotnya.

(Jika kalian menggunakan ponsel untuk membaca tulisan ini, mungkin kalian akan mengalami sedikit kesulitan untuk melihatnya).

Bisakah kalian melihat dan mengidentifikasi objek tersebut?

Sukar sekali. Karena itu sebagian orang beranggapan kalau objek itu adalah sebuah UFO yang sedang keluar dari air menuju daratan, mungkin melarikan diri dari keganasan ombak. Bahkan rasa humoris sang pengupload video membuatnya menyebut objek itu sebagai Goku (dari Dragon Ball).

Kita bisa melupakan soal Goku. Tetapi, apakah objek tersebut benar-benar sebuah UFO?

Jawabannya: Tidak.

Ini hanyalah sebuah kasus salah lihat.

Akan saya jelaskan.

Jika kita TIDAK melihat suatu objek dengan jelas, maka kita bisa salah mengenalinya. Bukankah begitu?

Salah satu masalah mengapa berita mengenai UFO ini bisa tersebar begitu luas adalah karena satu faktor, yaitu kualitas rekaman yang jelek. Rekaman dengan kualitas rendah ini diupload ke youtube dalam jumlah yang banyak sehingga membuat semua orang yang melihatnya percaya kalau mereka sedang menyaksikan sebuah UFO.

Karena itu, untuk menjernihkan masalah ini, kita perlu mencari sebuah rekaman yang "jernih".

Nah, saya akan memberikan rekaman itu kepada kalian. Rekaman ini adalah versi yang lebih lengkap dari rekaman pertama dan memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Adegan yang sama dengan rekaman pertama akan terlihat mulai dari detik ke-43.

Tetapi, kalian tetap harus melihat rekaman ini dari layar komputer. Jika melihatnya dari ponsel, maka kalian tetap tidak akan bisa mengenali objek itu.

Sekarang, perhatikan di sebelah kiri layar pada detik ke-43.


(youtube link)

Apa yang kalian lihat?

Ya, sebuah helikopter, tepatnya sebuah helikopter putih. Kalian bisa melihat baling-balingnya berputar pada detik ke-43. (Saya tidak menampilkan screenshotnya karena lewat screenshot baling-baling itu tetap tidak bisa terlihat).

Helikopter itu awalnya terbang di atas air sehingga menciptakan kesan kalau objek itu keluar dari air. Padahal tidak demikian adanya.

Nah, apabila objek itu adalah sebuah helikopter putih. Helikopter siapakah itu?

Jika sebuah helikopter terbang di atas sebuah lokasi peristiwa bencana, maka hanya ada dua kemungkinan:

Pertama, helikopter itu adalah milik otoritas yang berwenang, seperti kepolisian, pemadam kebakaran atau militer. Dan ternyata
helikopter milik penjaga pantai Jepang (Japan Coast Guard) memang berwarna putih.

Jika terjadi bencana yang berhubungan dengan laut atau pantai, maka memang tim dari lembaga ini yang ditugaskan untuk memantau situasi bencana.



Selain milik Japan Coast Guard, kemungkinan kedua adalah: Helikopter tersebut milik stasiun televisi.

Pada rekaman di atas, kita bisa melihat tulisan NHK World yang sedikit tertutupi oleh tulisan AP (Associated Press). NHK (Nippon Hoso Kyokai) adalah nama stasiun televisi pemerintah di Jepang sehingga wajar kalau kita memikirkan kemungkinan bahwa helikopter itu adalah milik stasiun NHK.

Jika kita memeriksa helikopter milik NHK, maka kita akan menemukan kalau helikopter mereka ternyata juga berwarna putih.


Huruf ANH pada helikopter tersebut adalah singkatan dari All Nippon helicopter, sebuah perusahaan jasa penerbangan yang menyediakan helikopter bagi NHK.

Walaupun kita tidak bisa memastikan apakah helikopter itu milik Japan Coast Guard atau stasiun televisi NHK, saya kira misteri ini tetap telah terpecahkan. Karena itu, jika kalian menemukan pemberitaan mengenai UFO tsunami Jepang, kalian tahu kalau UFO tersebut sesungguhnya hanyalah sebuah helikopter.

Tetapi, namanya manusia, pasti selalu bisa menemukan kehebohan dibalik sebuah tragedi. saya tidak akan heran jika setelah kontroversi rekaman UFO ini berakhir, akan muncul sebuah rekaman mayat putri duyung yang diklaim terdampar akibat tsunami Jepang atau rekaman sepasang mata di langit yang disebut sebagai tanda kemarahan Tuhan terhadap rakyat Jepang.

Seorang profesor mengklaim menemukan petunjuk lokasi harta karun suku Maya seberat 8 ton pada Dresden Codex

Kita selalu takjub dengan petualangan memburu harta karun seperti yang digambarkan dalam film Indiana Jones atau National Treasure. Tetapi bagi Joachim Rittsteig, petualangan yang sesungguhnya baru akan dimulai karena ia mengklaim telah berhasil menemukan sebuah petunjuk yang mengarah kepada lokasi harta karun suku Maya. Ia menemukan petunjuk itu di dalam Dresden Codex yang telah berusia ratusan tahun.

Perlu dicatat kalau Joachim bukanlah seorang pengkhayal yang terlalu banyak menonton film petualangan. Ia adalah seorang profesor Emeritus di universitas Dresden yang telah mempelajari kebudayaan suku Maya selama 40 tahun. Ia juga ahli bahasa suku Maya dan salah satu objek penelitiannya adalah Dresden Codex yang berisi catatan-catatan mengenai kebudayaan suku Maya.

Joachim percaya kalau pada Codex itu tersembunyi harta karun berupa emas murni seberat 8 ton. Bukan itu saja, Joachim mengklaim mengetahui lokasi persembunyian harta tersebut, yaitu di dasar danau Izabal.

Dresden Codex atau Codex Dresdensis sendiri adalah satu dari empat dokumen utama yang masih tersisa dari kebudayaan Maya. Dokumen ini pertama kali ditulis oleh para pendeta suku Maya pada tahun 1250 Masehi. Dokumen ini memiliki 74 halaman dengan 74 hieroglyps yang berbeda. Jika direntangkan, panjangnya mencapai 3,56 meter. Para ahli percaya kalau dokumen ini adalah dokumen tertua yang pernah ditulis di benua Amerika.

Dresden codex ditulis diatas kertas yang terbuat dari batang pohon ara dan ditulis oleh delapan penulis yang memiliki gaya tulisan yang berbeda-beda. Masing-masing dari mereka juga membahas subjek yang berbeda pula.

Ada bahasan mengenai astronomi yang memuat tabel Venus dan Bulan dengan akurasi yang luar biasa. Tabel bulan itu memiliki interval yang berkolerasi dengan gerhana. Sedangkan tabel Venus berkorelasi dengan pergerakan planet itu di angkasa.

Di dalamnya juga ada almanak, tabel astrologi, informasi mengenai musim-musim, banjir, penyakit, pengobatan, referensi keagamaan dan saran mengenai waktu bercocok tanam.

Selain itu, codex ini jugalah yang dianggap banyak orang telah memprediksikan kehancuran bumi pada tahun 2012 karena pada bagian akhirnya diceritakan mengenai bumi yang tenggelam oleh air yang keluar dari mulut naga.

Pertama kali Codex ini dikenal masyarakat luas adalah pada tahun 1739 ketika Johann Christian Gotze, direktur Royal Library di Dresden, membelinya dari kolektor pribadi di Wina, Austria. Bagaimana awalnya Codex itu bisa berada di Wina tidak diketahui dengan pasti. Namun ada spekulasi yang menyebutkan kalau Codex itu mungkin telah dihadiahkan oleh Hernando Cortes kepada Charles I, Raja Spanyol pada waktu itu.

Seperti yang kita ketahui, Hernando Cortes adalah penakluk Spanyol yang berhasil menguasai sebagian besar wilayah Mexico pada awal abad ke-16, termasuk kerajaan Aztec yang berhasil dilumpuhkannya pada tahun 1521.

Setelah diperoleh oleh Gotze, pada tahun 1744, Codex itu diberikan kepada Royal Library di Dresden yang kemudian memamerkannya untuk pertama kali pada tahun 1848.

Pada perang dunia II, codex itu mengalami kerusakan serius akibat pengeboman. Dua belas halamannya rusak dan bagian-bagian lainnya hancur. Namun, usaha restorasi yang terus menerus berhasil memulihkannya sehingga bisa dipelajari hingga kini.

Siapa sangka, dokumen yang awalnya hanya dianggap bernilai sejarah ini ternyata mengandung petunjuk mengenai harta karun yang sangat berharga.

"Codex Dresden memiliki petunjuk yang mengarah kepada delapan ton emas murni." Kata Joachim Rittsteig.

Dengan disponsori oleh surat kabar Bild dari Jerman, Ia telah menyiapkan sebuah ekspedisi menuju danau Izabal, tempat yang dipercayainya menyimpan harta karun tersebut.

Joachim Rittsteig
Menurut Rittsteig, halaman 52 pada codex tersebut menyebutkan mengenai sebuah kota suku Maya yang bernama Atlan yang hancur oleh gempa bumi pada tanggal 30 Oktober tahun 666 sebelum Masehi. Di kota ini, mereka menyimpan 2.156 batangan emas yang dipermukaannya terukir hukum-hukum suku Maya.

Ketika kota itu hancur oleh gempa, emas-emas itu ikut tenggelam ke dalam danau Izabal yang berada di timur Guetamala.

Citra Satelit danau Izabal
Rittsteig mengklaim telah berhasil menemukan reruntuhan kota Atlan dengan citra radar yang diambil di daerah tersebut.

Ia memperkirakan kalau seluruh batangan emas itu bernilai sekitar 290 juta dolar Amerika. Ini jumlah yang sangat besar, bahkan untuk ukuran saat ini. Jika harta ini ditemukan, dipastikan kalau nilai sejarahnya akan jauh lebih berharga dibanding nilai materinya.

Selain masalah harta, ada satu hal lagi yang menarik dari perkataan Rittsteig. Kalian mungkin memperhatikan kalau nama kota suku Maya yang hancur oleh gempa bumi tersebut adalah Atlan.

Teringat dengan sesuatu?

Ya, Atlantis yang juga hancur oleh gempa bumi sekitar tahun 10.000 sebelum Masehi. Tentu saja yang membedakan kedua kota itu adalah rentang waktu kehancuran yang sangat jauh, hampir 9.000 tahun.

Jika kita tidak bisa menemukan Atlantis yang misterius itu, mungkin kita masih bisa menemukan kota Atlan yang penuh dengan batangan emas. Dan saya kira itu pun akan menjadi sesuatu yang sangat menarik.

Jadi, kita menunggu kabar darimu Prof. Rittsteig!

Notes: Pada Media Jerman, nama belakang Joachim ditulis "Rittstieg", bukan "Rittsteig"

Baca juga mengenai Atlantis, penyebab kehancuran peradaban Maya dan Harta Karun danau Guatavita.

(foxnews.com, wikipedia)


Sepasang suami istri dari Inggris menemukan wajah ET di potongan batang pohon

Ketika para ilmuwan mencari Makhluk Extra Terestrial (ET), mereka akan mencari di luar angkasa yang luas. Tidak ada yang menyangka kalau makhluk itu bisa ditemukan di dalam sebuah pohon di bumi. Well...kurang lebih seperti itu.


Inilah yang ditemukan oleh Pete Burford, seorang pria Inggris dari Eldersfield, Gloucestershire, ketika ia sedang memotong pohon Poplar untuk kayu bakar. Ketika pohon itu tumbang, ia terkejut karena melihat citra yang ada pada potongan pohon tersebut.

Citra tersebut membentuk wajah ET yang terlihat begitu jelas.


"Mungkin hal ini hanyalah salah satu hal yang biasa. Namun wajah itu sangat mirip dengan ET. Aku benar-benar tidak bisa mempercayainya." Kata Pete.

Ketika melihat wajah itu, kita akan segera teringat dengan alien lucu dalam film Steven Spielberg berjudul ET yang beredar pada tahun 1980an.


Namun, bukan cuma itu. Ada hal lain yang menarik dari penemuan ini.

Istri Pete, Sylvia Burford, percaya kalau penemuan ini bukan sebuah kebetulan dan ia sangat takjub karenanya. Ini karena ia pernah mendapat pengalaman berjumpa dengan UFO.

Ia mengalaminya 40 tahun yang lalu.

"Saat itu aku melihat sesuatu yang berbentuk piringan dengan cahaya terang di bawahnya." Kenang Sylvia.

Jadi, ketika melihat wajah itu, ia kembali teringat dengan pengalaman itu.

Sylvia percaya kalau penemuan ini adalah sebuah tanda kalau makhluk luar angkasa sedang berusaha melakukan kontak dengannya.

Hmm, kita tunggu saja.

(swns.com)

The Beast of Gevaudan - Monster pembunuh dari Gevaudan

Peristiwanya terjadi di Gevaudan, Perancis, pada pertengahan tahun 1700an. Lebih dari 100 penduduk tewas akibat serangan makhluk misterius yang disebut The Beast of Gevaudan. Horor yang menimpa para penduduknya itu masih menjadi misteri yang tidak terpecahkan hingga kini.


Tidak ada yang bisa memastikan jumlah pasti korban serangan makhluk Gevaudan. Namun Dr. Beaufort yang pernah meneliti kasus ini menemukan paling tidak ada 210 serangan yang dihubungkan dengan makhluk ini. Dari antara 210 serangan itu terdapat 49 korban luka. Sedangkan korban tewas mencapai 113 orang. 98 diantaranya tewas dengan kondisi tubuh termutilasi akibat disantap.

Semuanya bermula pada tanggal 1 Juni 1764.

Saat itu, seorang anak perempuan yang baru berusia 14 tahun keluar untuk menggembalakan ternaknya ke sebuah padang rumput dekat Gevaudan di Perancis Selatan. Ia tidak menduga kalau apa yang menimpanya akan menjadi awal dari sebuah misteri yang berlangsung hingga ratusan tahun kemudian.

Ketika sedang memperhatikan ternak-ternaknya, ia melihat ke arah semak-semak yang ada di dekat situ. Gerakan pada semak itu cukup membangkitkan rasa ingin tahunya.

Ia tidak perlu menunggu lama.

Sesaat kemudian, seekor hewan besar seperti anjing keluar dari semak-semak itu dan segera berlari ke arahnya. Walaupun hewan ini memiliki rupa seperti anjing, tubuhnya sangat besar, bahkan hampir menyamai besar seekor kerbau.

Ketika hewan ini hendak menerkamnya, anak perempuan itu menggunakan tongkatnya untuk memukulnya. Namun tenaganya tidak bisa dibandingkan dengan monster bertubuh besar itu. Untungnya, saat itu ia membawa beberapa ekor anjing untuk keperluan perlindungan. Anjing-anjing ini bereaksi ketika melihat makhluk itu dan segera menyerangnya.

Makhluk itu masih berusaha mendekati anak perempuan itu sebelum akhirnya mundur dan menghilang di kejauhan.

Patung yang didirikan di Gevaudan untuk memperingati
peristiwa
penyerangan pertama

Tidak ada yang pernah melihat makhluk ini sebelumnya. Namun setelah peristiwa di padang rumput itu, ia mulai sering muncul dan menebar teror yang memakan korban jiwa lebih dari 100 orang.

Pada tanggal 30 Juni tahun yang sama, monster itu meminta korban pertamanya. Jeanne Boulet yang juga berusia 14 tahun ditemukan tewas dekat desa Les Hubacs, tidak jauh dari Gevaudan. Anak perempuan malang ini ditemukan dengan dada yang robek dan jantung yang berceceran.

Harian Paris Gazzete yang terbit pada bulan Juni 1764 memuat deskripsi saksi mata yang sempat melihat makhluk itu:

"Makhluk itu lebih tinggi dari serigala pada umumnya. Telapak kakinya dilengkapi dengan kuku. Warna bulunya kemerahan, kepalanya besar sedangkan mulutnya yang dipenuhi gigi-gigi tajam sangat mirip dengan anjing Greyhound. Telinganya kecil dan lurus, dadanya lebar berwarna abu-abu sedangkan punggungnya memiliki alur berwarna hitam."

Makhluk itu juga disebut mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Deskripsi ini tidak sesuai dengan hewan apapun yang dikenal pada saat itu.

Dalam banyak kesempatan, makhluk itu muncul dan menyerang para penduduk. Pada bulan September 1764, korban tewas akibat serangannya telah mencapai satu korban setiap minggu. Setiap korban tewas dengan kondisi mayat yang mengenaskan, umumnya dengan leher robek dan tubuh termutilasi. Pada banyak korban, terlihat jelas tanda bekas disantap.

Pada bulan Oktober, kematian terus berlanjut dengan ditemukannya mayat-mayat yang kebanyakan wanita dan anak-anak di berbagai tempat di desa.

Pada saat itu, berita mengenai makhluk ini telah menyebar luas ke seluruh Perancis. Penduduk desa di sekitar Gevaudan mengalami ketakutan yang luar biasa. Pintu-pintu rumah dikunci dan para penduduk mengurangi aktivitas di luar rumah. Mereka yang terpaksa keluar rumah akan membawa teman dan senjata untuk melindungi diri.

Sebenarnya ada alasan lain mengapa para penduduk desa dicekam ketakutan, yaitu beredarnya rumor yang menyebutkan kalau makhluk buas itu sebenarnya adalah seekor Loup Garou atau Manusia Serigala (Werewolf). Rumor ini berkembang karena dalam beberapa kesempatan makhluk itu terlihat tidak terpengaruh oleh tembakan peluru yang dilepaskan. Salah seorang petani bahkan berhasil menusuknya dengan pisau. Tetapi makhluk itu tidak terluka sama sekali.

Kenyataan ini membuat para penduduk percaya kalau mereka sedang berurusan dengan makhluk supranatural.

Pada Januari 1765, terjadi sebuah peristiwa yang akhirnya membuat raja Perancis ikut turun tangan.

Saat itu, Jacques Portefaix dan enam orang temannya berjumpa dengan makhluk itu. Namun dengan tetap berkelompok, mereka berhasil melawan dan menghalaunya. Perlawanan yang dilakukan oleh Jacques dan teman-temannya segera menarik perhatian raja Louis XV yang kemudian menghadiahi Jacques dengan 300 livre dan 300 livre lainnya untuk teman-temannya.

Bukan itu saja, raja juga memutuskan untuk mengirim pemburu serigala profesional bernama Jean Charles Marc Antoine Vaumesle d'Enneval dan putranya Jean Francois untuk mencari dan membunuh monster itu.

Selain dua orang itu, paling tidak ada sekitar dua ribu orang lainnya yang turut memburu makhluk ini.

Pada tanggal 17 Februari 1765, d'Enneval dan Francois tiba di Clermont Ferrand. Mereka membawa delapan ekor anjing pemburu yang telah berpengalaman. Namun kedua pemburu ini malah menghabiskan waktu selama berbulan-bulan untuk memburu dan menembak mati serigala-serigala karena mereka percaya kalau hewan-hewan inilah yang telah bertanggung jawab atas serangan-serangan berdarah tersebut.

Akibatnya, korban jiwa terus berjatuhan.

Pada bulan Juni 1765, kesabaran raja mulai habis. Ia mengganti dua pemburu tersebut dengan Francois Antoine yang sebelumnya bertugas sebagai pembawa senjata raja.

Pada tanggal 21 September 1765, Antoine berhasil membunuh seekor serigala besar yang memiliki tinggi 80 cm dengan panjang hingga 1,7 meter. Serigala ini dijuluki Le Loup de Chazes.

Ilustrasi: Serigala yang ditangkap oleh Antoine

Mengenai hewan ini, Antoine berkata:

"Kami belum pernah melihat serigala dengan ukuran tubuh sebesar ini. Karena itu kami menyimpulkan kalau makhluk ini adalah makhluk yang telah melakukan serangan-serangan terhadap penduduk desa."

Bangkai serigala itu dibawa ke Versailles. Antoine dielu-elukan sebagai pahlawan dan menerima banyak uang sebagai hadiah.

Namun serangan berdarah ternyata belum berakhir. Ini mengindikasikan kalau Antoine telah membunuh monster yang salah!

Pada tanggal 2 Desember 1765, makhluk itu terlihat di La Besseyre Saint Mary dan menyerang dua orang anak.

Pada bulan-bulan berikutnya korban terus berjatuhan.

Pada tahun 1767 serangan-serangan tersebut tiba-tiba saja berhenti dan banyak yang percaya kalau Beast of Gevaudan telah mati.

Sayangnya kisah ini berakhir dengan abu-abu.

Para sejarawan memiliki banyak teori yang berbeda mengenai berakhirnya serangan itu. Namun legenda yang paling populer menyebutkan kalau monster itu dibunuh oleh seorang penduduk lokal bernama Jean Chastel pada tanggal 19 Juni 1767.

Menurut cerita, suatu hari, Chastel yang saat itu ikut memburu makhluk itu bersama rekan-rekannya lainnya, duduk di sebuah tempat dan memutuskan untuk berdoa kepada Tuhan mengenai seluruh masalah ini. Setelah itu ia mengeluarkan Alkitabnya dan mulai membaca. Baru saja ia membaca beberapa paragraf, tiba-tiba Beast of Gevaudan muncul di hadapannya.

Chastel segera membidikkan senapannya dan membunuh makhluk itu.

Legenda Chastel kemudian diambil oleh banyak penulis dan dimodifikasi sehingga lebih berbau dongeng ketimbang fakta. Misalnya, salah seorang penulis menceritakan kalau Beast of Gevaudan sesungguhnya adalah benar-benar seekor werewolf dan Chastel sendiri adalah ayahnya. Karena itulah ia berhasil membunuhnya dan mengubur bangkainya di suatu tempat.

Penulis lain menyebutkan kalau Chastel bisa membunuhnya karena menggunakan peluru perak.

Jadi
kita mendapatkan sebuah kisah yang bercampur aduk antara fakta dengan imajinasi.

Lalu pertanyaannya adalah, makhluk apakah Beast of Gevaudan itu sebenarnya?

Mengenai identitasnya, ada berbagai pendapat yang dikemukakan. Teori yang paling populer adalah teori werewolf atau manusia serigala. Seperti yang sudah saya singgung di atas, anggapan ini muncul karena kemampuannya yang kebal peluru atau tusukan. Selain itu, ukuran tubuhnya yang luar biasa tidak cocok dengan karakteristik hewan manapun.

Tetapi teori ini tidak memiliki bukti yang memadai untuk mengkonfirmasinya.

Richard H.Thompson, penulis buku "Wolf hunting in France in the reign of Louis XV: The beast of Gevaudan", percaya kalau makhluk itu sesungguhnya adalah sejenis serigala besar.

Walaupun serigala liar cenderung menghindari manusia, namun beberapa ahli beranggapan kalau serigala pada abad-abad lampau lebih agresif. Serigala yang cenderung pemalu pada masa modern ini sesungguhnya adalah hasil dari seleksi alam.

Pandangan ini juga didasarkan pada fakta kalau korban tewas akibat serangan serigala pada masa modern ini pada umumnya adalah anak-anak. Jika ada orang dewasa yang menjadi korban, maka umumnya adalah wanita.

Tetapi teori ini gagal menjelaskan karakteristik dan rupa makhluk ini yang sama sekali tidak terlihat seperti serigala.

Teori lain menyebutkan kalau makhluk itu adalah hasil perkawinan silang antara seekor anjing dengan serigala liar. Ini ditunjukkan dengan ukuran tubuh dan warna bulunya yang tidak biasa. Spekulasi ini didukung oleh naturalis bernama Michel Louis yang menulis buku berjudul "The Beast of Gevaudan: The Innocence of Wolves".

Menurut Louis, sebagian penduduk desa mengaku pernah melihat Jean Chastel bersama seekor anjing mastiff besar berwarna merah. Ia percaya kalau anjing itu adalah Beast of Gevaudan yang sesungguhnya. Louis juga percaya kalau kemampuan anjing itu untuk menahan peluru mungkin karena ia dikenakan pakaian dari kulit babi hutan yang juga menjelaskan warna bulunya yang aneh.

Dengan kata lain, Louis percaya kalau makhluk itu adalah peliharaan Chastel sendiri.

Selain teori-teori itu, beberapa Cryptozoologyst percaya kalau makhluk itu mungkin adalah keturunan sejenis hewan purba Mesonychid yang dengan suatu cara berhasil bertahan hidup di masa modern ini.

Tetapi, sama seperti teori lainnya, tidak ada argumen pendukung yang cukup kuat untuk meneguhkan teori ini.

Teori lain muncul pada Oktober 2009 ketika History Channel menayangkan sebuah film dokumenter yang berjudul The Real Wolfman. Pada tayangan itu, Beast of Gevaudan disebut sebagai Hyena Asia yang sudah punah di Eropa. Namun, tidak semua sependapat dengan pandangan ini karena Hyena hanya memiliki 34 gigi. Sedangkan berdasarkan hasil otopsi mayat korban, Beast of Gevaudan memiliki 42 gigi.

Jadi, tidak ada kesimpulan yang pasti dan kita masih menebak-nebak identitas monster itu. Namun, yang pasti, tidak ada yang bisa membantah kalau pada tahun 1764 di Perancis, lebih dari 100 orang tewas mengenaskan akibat serangan binatang buas yang misterius.

Baca juga mengenai Werewolf dan Shunka Warakin.

(wikipedia, hubpages.com, associatedcontent.com)